Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Cerpen

Di Atas Tanah yang Sama Karya : Yuni Nur Kholifah “Apa tekadmu sudah bulat, Nak ?” tanya sang ibu seusai sholat ashar. “Tekadku sudah bulat, Bu. Bagaimanapun hati ini sudah ada disana” melipat sajadah yang usai dipakainya. “Ibu ingin kamu tetap disini menemani ibu. Bersama ibu di desa ini. Tua bersama ibu, dan meninggal juga di desa ini” membelai wajah anaknya dengan penuh kasih sayang. “Tapi bu hatiku sudah ada disana berperang dengan beribu rakyat dan........” ucapannya terpotong saat ia mulai melihat titik demi titik air mata ibunya terjatuh.           Siluet senja menjadi saksi harapan manis Usman. Rona merah senja mewakili hati Usman dan hati ibunya yang mengilu pada perang batin yang nyata. Entah kapan Usman dapat menjadi bagian dari mereka, merasakan sakit darah yang mengucur dan berjuang bersama kaki-kaki kecil yang malang diantara mencuatnya bom-bom nuklir kematian. ******** Lir ilir lir ilir Tandure wis sumi...

Cerpen

Enam Belas Maret Bila kau mencintai orang yang akan membunuhmu, kau tak punya pilihan. Bila nyawamu satu-satunya yang harus kau berikan untuk orang yang kau cintai, bagaimana mungkin kau tidak memberikannya? “sebatas omong kosong belaka, mana mungkin zaman sekarang orang bisa berbuat seperti itu?” Afeksi personal adalah kemewahan yang hanya dapat kau miliki setelah semua musuhmu dilenyapkan. Sebelumnya, setiap orang yang kau sayangi merupakan sandera, melunturkan keberaniaanmu dan merusak penilaianmu. “tak ada yang mengasyikkan.” Semuanya berserakan, tak banyak novel yang sesuai untuk dibaca. Entah mengapa banyak pertanyaan yang melintas dipikiranku. Bingung, cemas, gelisah. Itukah yang aku rasakan? “mengapa tak satupun teman yang merindukanku, sepertinya mereka sedang sibuk?” Jari-jari yang terbiasa aerobic dengan handphone, kini diam tak berkutik hanya dengan memegang buku yang tak ku tahu artinya. Semua yang kubaca terasa menyebalkan. Malam ini ingin marah rasa, ...

KUNCI INDAH KISAH CINTAKU

Sinar matahari telah menembus ke celah-celah jendela kamar ku. “Kukkuruyuk… petok-petok…” suara ayam berkokok dari jam beker ku berbunyi. Aku serentak terkejut dan terbangun mendengarnya, karena suara itu terdengar sangat keras di dekat telinga ku. “sayang… ayo bangun, sudah jam berapa ini, entar kamu telat lho…” ku buka mata dan ternyata mama ku yang tengah membangunkan ku dengan menaruh jam beker ke dekat telinga ku. Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah setelah liburan panjang semester 2 telah usai. Dan kini aku telah beranjak menjadi siswi kelas 2 SMA. “iya.,iya., ma…!” mendengar kata ku tersebut mama ku langsung keluar meninggalkan kamar ku. “humm., mama… mama… masih jam setengah 6 kok bingung banget sih., padahalkan yang sekolah aku, bukan mama..” Aku langsung bangun dan menuju kamar mandi. “bik… seragam ku mana.??” Teriakan ku pada salah satu pembantu ku sambil membongkar-bongkar lemari ku. “ini non… maaf bibik lupa naruh ke lemari non…!!!” “ya udah deh… sana pergi”. S...